Konon, khasiat ketumbar sebagai penyembuh berbagai penyakit telah tercatat dalam ensiklopedia Jawa Serat Centhini. Ada beberapa gangguan kesehatan yang dapat diatasi dengan ketumbar, seperti pelancar pencernaan, peluruh kentut (carminative), pelancar ASI (lactago), dan penambah nafsu makan (stomachica). Komponen aktif pada ketumbar sangat banyak, misalnya sabinene, myrcene, linalool, dekanal, dan masih banyak lagi. Komponen-komponen tersebut menyebabkan ketumbar memiliki berbagai khasiat, seperti meredakan pusing, muntah-muntah, influenza, wasir, radang lambung dan radang payudara, campak, masuk angin, tekanan darah tinggi, dan lemah syahwat. Penggunaan ketumbar bisa dilakukan dengan cara ditumbuk halus dan direbus, baik untuk pengobatan luar maupun dalam. Untuk pengobatan luar, ketumbar biasanya dihaluskan dan dijadikan adonan dengan dicampur air dan bahan-bahan lainnya. Adonan tersebut ditempelkan pada bagian yang sakit. Cara ini antara lain dilakukan pada pengobatan perut kembung dan sakit kepala. Untuk pengobatan dalam, ketumbar biasanya direbus bersama bahan-bahan lainnya. Air rebusannya disaring lalu diminum secara rutin. Cara ini digunakan untuk memperbanyak air susu ibu, pengobatan muntah-muntah, radang lambung, hipertensi (ditambah seledri), influenza (ditambah jahe, daun bawang putih dan madu), batuk (ditambah kayu manis, kumis kucing, dan gula aren). |